*Sajak menjagamu
Akan kurawat kau dalam diam
Agar tumbuh besar penuh pemahaman
Akan kurawat kau dalam hening
Agar tumbuh tinggi penuh kesabaran
Akan kurawat kau dalam senyap
Agar tumbuh kokoh penuh keihklasan
Sungguh akan kurawat kau
Agar tidak ada yang menyakitinya
Pun kalau memang harus disakiti
Kau dan aku tahu apa yang terbaik dilakukan
Pun kalau memang harus gugur daunnya
Kau dan aku tahu besok lusa akan kembali rindang
Akan kurawat kau dengan baik
Duhai ‘perasaanku’
Agar kita bisa melewati semua kisah
Cerita sedih maupun gembira
Karena kau adalah milikku satu-satunya
Dan setiap orang memiliki “perasaannya” masing2.
Kan kujaga ‘perasaanku’ sebaik2nya.
*Tere Liye
Selasa, 26 November 2013
Senin, 18 November 2013
KEMATIAN KEMAL ATTATURK
Hinanya Kematian Mustafa Kemal Attatürk yang Dikenal sebagai ‘Bapak Modernisasi Turki’ dari perspektif Barat, dia sebenarnya adalah tokoh yang meng’sekuler’kan dan ‘membunuh’ syiar Islam di Turki.
"Attatürk" berarti "Bapak Orang Turki". Attatürk adalah orang yang bertanggung jawab meruntuhkan Khilafah Islam Turki pada tahun 1924. H.S. Armstrong, salah seorang pembantu Attatürk dalam bukunya yang berjudul Al-Zi’bu Al-Aghbar atau Al-Hayah Al-Khasah Li Taghiyyah telah menulis: "Sesungguhnya Attatürk adalah keturunan Yahudi, nenek moyangnya adalah Yahudi yang pindah dari Spanyol ke pelabuhan Salonika".
Golongan Yahudi ini dinamakan dengan Yahudi "Daunamah" yang terdiri dari 600 keluarga. Mereka mengaku beragama Islam hanya sebagai identitas, tetapi masih menganut agama Yahudi secara diam-diam. Ini diakui sendiri oleh bekas Presiden Israel, Yitzak Zifi, dalam bukunya Daunamah terbitan tahun 1957.
Attatürk mengubah ucapan Assalamualaikum menjadi Marhaban Bikum (Selamat Datang), melarang menggunakan busana Islam dan sebaliknya mewajibkan memakai pakaian ala Barat. Dalam tempo beberapa tahun saja, dia berhasil menghapuskan perayaan Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha serta melarang kaum muslim menunaikan ibadah Haji, melarang poligami dan melegalkan perkawinan wanita muslim dengan non muslim.
Dia membatalkan libur pada hari Jum'at, melarang adzan dalam bahasa Arab dan menggantinya dengan bahasa Turki. Tindakan yang dilakukan oleh Attatürk ini nyata sekali telah memisahkan budaya Turki dari akar agama Islam dan menghapuskan Islam sebagai agama resmi negara Turki.
Attatürk berusaha keras untuk menghancurkan para penentangnya. Dia membakar majelis-majelis, menangkap para pimpinan majelis dan juga mengawasi para ulama. Attatürk pernah menegaskan bahwa “negara tidak akan maju kalau rakyatnya tidak cenderung kepada pakaian modern”. Dia menggalakkan minum arak secara terbuka, mengubah Al-Quran yang kemudian dicetak dalam bahasa Turki. Bahasa Turki sendiri diubah dengan membuang unsur-unsur Arab dan Parsi.
Attatürk mengubah Masjid Besar Aya Sofia menjadi gereja dan setengahnya untuk musium, menutup masjid serta melarang shalat berjamaah, menghapuskan Kementerian Wakaf dan membiarkan anak-anak yatim dan fakir miskin. Dia membatalkan undang-undang waris, faraid secara Islam, menghapus penggunaan kalendar Islam dan mengganti huruf Arab ke dalam huruf Latin.
Attatürk mengganggap dirinya tuhan sama seperti firaun. Ketika itu ada seorang prajurit ditanya “siapa tuhan dan di mana tuhan tinggal?” karena takut, prajurit tersebut menjawab "Kemal Attatürk adalah tuhan”, dia tersenyum dan bangga dengan jawaban yang diberikan.
Saat-saat menjelang kematiannya, Allah mendatangkan kepadanya beberapa penyakit yang membuatnya tersiksa dan tak dapat menanggung azab yang Allah berikan di dunia, diantaranya penyakit kulit dimana dia merasakan gatal di sekujur tubuh. Dia juga menderita penyakit jantung dan darah tinggi. Kemudian rasa panas sepanjang hari, tidak pernah merasa sejuk sehingga pompa air dikerahkan untuk menyirami rumahnya selama 24 jam.
Attatürk juga menyuruh para pembantunya untuk meletakkan kantong-kantong es di dalam selimut untuk membuatnya sejuk. Maha Suci Allah, walau telah berusaha keras, tidak ada yang dapat mereka lakukan untuk mengusir rasa panas itu. Oleh karena tidak tahan dengan panas yang dirasakan, dia menjerit sangat keras hingga seluruh istana mendengarnya.
Karena tidak tahan mendengar jeritan, para pembantunya membawa Attatürk ke tengah lautan dan diletakkan dalam kapal dengan harapan beliau akan merasa sejuk. Maha Besar Allah, panasnya tak juga hilang!! Pada 26 September 1938, dia pingsan selama 48 jam disebabkan panas yang dirasakannya dan kemudian sadar tetapi dia hilang ingatan.
Pada 9 November 1938, dia pingsan sekali lagi selama 36 jam dan akhirnya meninggal dunia. Ketika itu tidak ada yang mau mengurus jenazahnya sesuai syariat. Mayatnya diawetkan selama 9 hari 9 malam, sehingga adik perempuannya datang meminta ulama-ulama Turki untuk memandikan, mengkafankan dan menshalatkannya.
Tidak cukup sampai disitu, Allah tunjukkan lagi azab ketika mayatnya akan dimakamkan. Sewaktu mayatnya hendak ditanam, tanah tidak menerimanya (tak dapat dibayangkan bagaimana jika tanah tidak menerimanya). Karena tidak diterima tanah, mayatnya diawetkan sekali lagi dan dimasukkan ke dalam musium yang diberi nama EtnaGrafi selama 15 tahun hingga tahun 1953.
Ulama-ulama yang sezaman dengan Attatürk mengatakan bahwa jangankan bumi Turki, seluruh bumi Allah ini tidak akan menerimanya. Naudzubillah.
Jumat, 15 November 2013
KUAKUI KU JUJUR
Keinginan selama ini selalu pendam, tak pernah ku ungkapkan kepada
siapapun dan dimanapun. Kucegah lidah menuturkannya, kutahan bibir biar tidak
buka mulut. Ketahuilah, saat ini ku sungguh tak mau lagi menahannya,
dengarkanlah aku akan mengungkap semua yang kupendam.
Nothing.
Lupa apa yang ingin kusampaikan.
Beneran lupa.
INILAH ANTI GANTI GALAU ABADI
Sahabat sekalian, akhir-akhir ini sering sekali kita dengar kata
galau menjadi trend di kalangan remaja khususnya. Kata itu menjadi
sebuah perwujudan gambaran karakter pemuda Indonesia saat ini, karena
kata-kata yang berkembang ialah bukan kata optimis tapi malah
pesimistis. Sehingga secara tidak langsung sebenarnya akan memberikan
dampak pada yang mendengarnya. Contoh: bila saya bilang kepada Anda,
jangan pikirkan gajah! Lalu apa yang terbayang di pikiran Anda? Gajah
bukan? Sama bila kita bilang jangan galau, maka yang pertama terlintas
di pikiran yang mendengar ialah galau, dan pada akhirnya akan mensugesti
orang yang mendengarnya menjadi galau “beneran”.
Sudah ribuan artikel dan ratusan seminar motivasi yang bertujuan menghilangkan rasa galau kepada para remaja dan pemuda di Indonesia, dan parahnya, ternyata kata galau malah semakin berkembang dan terus berkembang merasuki alam bawah sadar yang mendengarnya, terlebih strategi yang diberikan oleh motivator-motivator itu instan dan kurang membekas dalam relung hati remaja yang sedang galau. Oleh karena itu kita sebagai umat Islam sesungguhnya tidak usah bersusah payah mencari jalan akan seseorang tidak galau, karena Allah telah mempersiapkannya.
Melihat dan menganalisa pengalaman pribadi penulis, pada akhirnya penulis mencoba menformulakan resep obat anti GALAU abadi untuk para remaja dan semua yang sedang galau, namun resep ini tidak akan berjalan dengan baik jika tidak di lakukan. Dan penulis melihat ada orang-orang yang kebal dengan rasa Galau. Resep Mereka ialah
Jadilah penghafal Al–Qur’an: penulis pada saat kuliah, penulis sering berinteraksi dengan teman-teman yang aktivitas menghafal Qurannya Intens. Dan yang terlihat ialah, mereka yang selalu berusaha menghafal Al-Quran hidupnya selalu bahagia, perasaan mereka penuh dengan harumnya ayat-ayat Allah, sehingga ketika masalah dan rasa galau datang, tidak berhasil menembus indahnya naungan Al –Quran dalam dirinya.
Berbeda antara aktivitas membaca Al –Quran dengan kegiatan menghafal Quran, bila hanya membaca maka ketenangan yang ada bertahan hanya beberapa hari, kemudian jika belum kembali membaca Quran maka rasa galau bisa menembus celah-celah kekosongan ruhani kita.
Sedangkan bila kita fokus pada kegiatan menghafalnya, maka hati akan terus-menerus tanpa disadari untuk selalu melantunkan ayat –ayat Allah dan berusaha menjaga Ayat-Ayat Allah agar terjaga dan tidak lupa, sekalipun saat kita tidak memegang Al –Quran secara langsung. Karena bagi penghafal Quran, di manapun dia berada dan saat bisa maka ia akan terus melantunkan ayat-ayat yang dihafalnya dalam hatinya, walaupun saat sedang berada di bis, terminal, angkot, kereta, busway bahkan terkadang mohon maaf, saat di toilet pun, tanpa di pikirkan, yang bersenandung di pikiran pada penghafal Quran ialah suara-suara hafalan yang pernah atau sedang mereka dengar.
Sehingga, jika setiap detik kita berinteraksi dengan Al –Quran maka rasa galau akan mati rasa jika mencoba- coba merasuki pikiran kita. Belum lagi di tambah keutamaan seseorang yang hafal Quran nanti di akhirat akan mendapatkan kedudukan yang sangat tinggi setara dengan Nabi dan para Syuhada. Dan Al Qur’an yang jika kita baca sehari saja akan menjadi syafaat di hari akhirat, apalagi jika kita hafal ayat-ayat Allah tersebut.
Oleh karena itu wajarlah jika para remaja atau pemuda di Indonesia mudah galau, karena mereka jarang mendengarkan, membaca dan menghafal Al-Quran. Dan lebih sering mendengarkan musik dan nyanyian yang merupakan sumber kegalauan yang cukup besar. Dan terkadang waktu kita buat (maaf) buang air besar dalam satu hari, lebih lama dari waktu kita untuk membaca atau menghafal Al-Quran.
Intinya mereka para penghafal Al –Quran ialah orang yang kebal rasa dengan galau, bête dan lemah. Jika ada penghafal Al-Quran masih galau, berarti indahnya Quran belum merasuki sanubari nya.
Jika ingin bahagia selalu dan anti galau jadilah penghafal Al Qur’an. Kalau tidak percaya, coba saja, rasakan dan lihat apa yang terjadi!!
Wallahu ‘alam
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/02/18644/inilah-obat-anti-galau-abadi/#ixzz1mwcruCwC
Sudah ribuan artikel dan ratusan seminar motivasi yang bertujuan menghilangkan rasa galau kepada para remaja dan pemuda di Indonesia, dan parahnya, ternyata kata galau malah semakin berkembang dan terus berkembang merasuki alam bawah sadar yang mendengarnya, terlebih strategi yang diberikan oleh motivator-motivator itu instan dan kurang membekas dalam relung hati remaja yang sedang galau. Oleh karena itu kita sebagai umat Islam sesungguhnya tidak usah bersusah payah mencari jalan akan seseorang tidak galau, karena Allah telah mempersiapkannya.
Melihat dan menganalisa pengalaman pribadi penulis, pada akhirnya penulis mencoba menformulakan resep obat anti GALAU abadi untuk para remaja dan semua yang sedang galau, namun resep ini tidak akan berjalan dengan baik jika tidak di lakukan. Dan penulis melihat ada orang-orang yang kebal dengan rasa Galau. Resep Mereka ialah
Jadilah penghafal Al–Qur’an: penulis pada saat kuliah, penulis sering berinteraksi dengan teman-teman yang aktivitas menghafal Qurannya Intens. Dan yang terlihat ialah, mereka yang selalu berusaha menghafal Al-Quran hidupnya selalu bahagia, perasaan mereka penuh dengan harumnya ayat-ayat Allah, sehingga ketika masalah dan rasa galau datang, tidak berhasil menembus indahnya naungan Al –Quran dalam dirinya.
Berbeda antara aktivitas membaca Al –Quran dengan kegiatan menghafal Quran, bila hanya membaca maka ketenangan yang ada bertahan hanya beberapa hari, kemudian jika belum kembali membaca Quran maka rasa galau bisa menembus celah-celah kekosongan ruhani kita.
Sedangkan bila kita fokus pada kegiatan menghafalnya, maka hati akan terus-menerus tanpa disadari untuk selalu melantunkan ayat –ayat Allah dan berusaha menjaga Ayat-Ayat Allah agar terjaga dan tidak lupa, sekalipun saat kita tidak memegang Al –Quran secara langsung. Karena bagi penghafal Quran, di manapun dia berada dan saat bisa maka ia akan terus melantunkan ayat-ayat yang dihafalnya dalam hatinya, walaupun saat sedang berada di bis, terminal, angkot, kereta, busway bahkan terkadang mohon maaf, saat di toilet pun, tanpa di pikirkan, yang bersenandung di pikiran pada penghafal Quran ialah suara-suara hafalan yang pernah atau sedang mereka dengar.
Sehingga, jika setiap detik kita berinteraksi dengan Al –Quran maka rasa galau akan mati rasa jika mencoba- coba merasuki pikiran kita. Belum lagi di tambah keutamaan seseorang yang hafal Quran nanti di akhirat akan mendapatkan kedudukan yang sangat tinggi setara dengan Nabi dan para Syuhada. Dan Al Qur’an yang jika kita baca sehari saja akan menjadi syafaat di hari akhirat, apalagi jika kita hafal ayat-ayat Allah tersebut.
Oleh karena itu wajarlah jika para remaja atau pemuda di Indonesia mudah galau, karena mereka jarang mendengarkan, membaca dan menghafal Al-Quran. Dan lebih sering mendengarkan musik dan nyanyian yang merupakan sumber kegalauan yang cukup besar. Dan terkadang waktu kita buat (maaf) buang air besar dalam satu hari, lebih lama dari waktu kita untuk membaca atau menghafal Al-Quran.
Intinya mereka para penghafal Al –Quran ialah orang yang kebal rasa dengan galau, bête dan lemah. Jika ada penghafal Al-Quran masih galau, berarti indahnya Quran belum merasuki sanubari nya.
Jika ingin bahagia selalu dan anti galau jadilah penghafal Al Qur’an. Kalau tidak percaya, coba saja, rasakan dan lihat apa yang terjadi!!
Wallahu ‘alam
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/02/18644/inilah-obat-anti-galau-abadi/#ixzz1mwcruCwC
Sabtu, 19 Oktober 2013
Skenario yang terbaik
Engkau tahu, duhai tetes air hujan, kering sudah air mata, tidur tak
nyenyak, makan tak enak, tersenyum penuh sandiwara, tapi biarlah Tuhan
menyaksikan semuanya.
Engkau tahu, duhai gemerisik angin,kalau boleh, ingin kutitipkan
banyak hal padamu, sampaikan padanya sepotong kata, tapi itu tak bisa
kulakukan, biarlah Tuhan melihat semuanya.
Minggu, 13 Oktober 2013
DOAKU MALAM INI
RINDU KAMU
Semua tentang rindu
Masih saja tentang mereka
Yang pernah mengisi hari-hari
Dengan tertawa, menangis, dan bergurau bersama
Ini tentang rindu
Bagaikan busa soda yang tak tahan dengan gas
Terus melimpah keluar gelas hingga tak terhingga
Masih tentang rindu
Keinginan untuk mendengar suaranya
Menyaksikan tingkah gila mereka
Sorak sorai saling mengetawakan
Tentang rindu lagi
Tentang perhatiannya tentang kasih sayangnya
Dan Canda-canda berujung cinta
Hati yang terpisah menyatu dan mengikat
Kembali tentang rindu
Jiwa yang terpisah dalam beberapa rentang waktu
Dalam perputaran masa yang lama
Kembali terngiang meneriaki kerinduannya
Jeritan hati tentang kerinduan sahabat terkasihnya nun jauh disana.
Masih saja tentang mereka
Yang pernah mengisi hari-hari
Dengan tertawa, menangis, dan bergurau bersama
Ini tentang rindu
Bagaikan busa soda yang tak tahan dengan gas
Terus melimpah keluar gelas hingga tak terhingga
Masih tentang rindu
Keinginan untuk mendengar suaranya
Menyaksikan tingkah gila mereka
Sorak sorai saling mengetawakan
Tentang rindu lagi
Tentang perhatiannya tentang kasih sayangnya
Dan Canda-canda berujung cinta
Hati yang terpisah menyatu dan mengikat
Kembali tentang rindu
Jiwa yang terpisah dalam beberapa rentang waktu
Dalam perputaran masa yang lama
Kembali terngiang meneriaki kerinduannya
Jeritan hati tentang kerinduan sahabat terkasihnya nun jauh disana.
Minggu, 15 Juli 2012
Lyrik Lagoe Minang
Selamat Pagi
![]() |
| Add caption |
Salamaik pagi
minang kabau
Pagi ko taraso
galau
Murai batu lupo
bakicau
Takalok garin di
surau
Ooh..mati raso
Baragam sangah jo
guruah cando
Saluak cabiak ndeh
malang
Bundo anggan
manjaik
Saroban putiah
acok tingga di lamari
Minang kabau
slamat pagi
Surau tuo lah
samakin sunyi
Minang kabau slamat
pagi
Rumah gadang
tirih-tirih
Minang kabau slamat
siang
Bajamaah korupsi
di minang
Minang kabau
slamat siang
Mulai lapuak nan
dulu tak lakang
Bundo sadiah bundo
manangih
Mmm... bundo
manangih
Slamat sore minang
kabau
Bapak rutiang
samakin marisau
Slamat sore minang
kabau
Kamanakan mabuak
putau
Slamat malam
minang kabau
Nuraun kito lagi
mangkilau
Slamat malam
minang kabau
Jo kuniang kito
lah silau
Bundo takuik
Kok hilang minang
tingga kabau
Cameh bundo
Kok hilang minang
tingga kabau
Bundo rusuah Kok hilang minang
tingga kabau
Jumat, 13 Juli 2012
Bukan Mujur Bukan Pula Untung
Cobalah teman, untuk membayangkan peristiwa
menyedihkan yang kualami. Peristiwa yang membuat batinku tidak tenang karena
bergelimangkan sesal yang mendalam. Tak bisa kuceritakan sama siapapun karena
siapapun tak akan mengerti apa yang kualami, paling tidak dengan menorehkan
tulisan disini sudah mengurangi esmosiku dan unek-unek dalam batin ini terkuras
meskipun takkan habis seratus persen. Ku hanya mencoba mencari obat, sebenarnya
kehendak hati ingin berteriak selepas2nya dan sekencang2nya dihadapan lautan
huuuuuuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrghhhhhhhhhhhhhhhhhhhh……………………………………………………………………………………………………….
pergilah kau setaaaaannnnnnn,, sudah ku bilang aku tidak menyesalll, kenapa kau
goda aku teruusssss!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Tepatnya barangkali ini memang ujian untuk menguji
sejauh mana keikhlasanku dalam berilmu dan menghafal al-Quran. Aku gagal dalam
ajang MTQ 35 tingkat kota padang. Kegagalan memang hal yang sangat biasa, aku
bisa terima. Sesal yang membuat ku tak memafkan diriku adalah soal pertanyaan
yang diajukan dewan juri sangaaaat gampang dan kurasa kalau tidak kaku lidahku
waktu itu tentu pada pengumuman final nomorku tersebut. Tapi apa boleh buat,
kesalahanku juga kenapa aku bodoh.
ما أصابك من حسنة فمن الله وما أصابك من سيئة فمن نفسك
Segala kebaikan yang kamu peroleh
merupakan dari Allah, dan keburukan yang menimpamu itu karena kesalahanmu
sendiri.
Sudah, urusan itu ku anggap kesalahanku masa lalu.
Lambat-lambat bisa kuatasi. Tiba-tiba aku dapat kabar MTQ Agam tidak ada
peserta yang berbobot, dan hafalan hanya 5juz saja. Alamaaaaaaaakkk,,,,,,,
muncul lagi setan menghembuskan bisikannya, kembali rasa sesalku muncul. Aku
adalah peserta yang gagal, tidak terdaftar karena tidak menyerahkan
persyaratan.
Wuahh,, apalah namanya ini, dari jauh hari sudah ada
tawaran, aku bilang aku sudah mewakili kecamatan blablabla. Dan ternyata tak
diacuhkan, nasib,,nasib,, digantuang ndak batali, sudah baiyoan baindak an.
Bukan itu yang buat rasa sesal kumat. Kesempatan untuk
jadi terbaik itu ada jika aku mengikutinya. Tinggal selangkah lagi aku dapatkan
cita-citaku yang pernah ku tempel didinding kamar, ingin dapatkan juara terbaik
tingkat apapun. Dan ternyata selangkah yang akan aku tuju terhambat dinding
beton yang tak bisa ku tembus, ini diluar kuasaku, inikah namanya Taqdir itu?
Ya, inilah taqdir itu. Inilah kesempatan emas itu, tapi bukan untukku kali ini.
ربنا أفرغ علينا صبرا وثبت أقدمنا وانصرنا على القوم
الكافرين........ آمـــــــــــــــين.
Selasa, 22 Mei 2012
About Love Which You Have
![]() |
| Renungan Cinta |
Mungkin kita pernah menemukan artikel dengan judul "Cinta tak
terbalas". Ya, jika udah bicara tentang "CINTA" , tidak akan
pernah ada kata akhirnya, karena CINTA adalah anugerah yang indah sekaligus
bikin gelisah. Yaa itulah cinta dengan segala kebaikan dan kesesatannya.
Cinta yang tak atau belum terbalas mungkin menyakitkan .. yang jelas bikin penasaran? sekaligus berbunga angan-angan, selalu ada pertanyaan "Andaikan dia mau sama aku..", "Apa dia tahu perasaanku ya?" Mau tidak mau, kita dipaksa untuk mengakui dengan jujur?. , tiap hari pertanyaan serupa itu selalu muncul berganti-ganti. Bila si dia menunjukkan respon ke arah "sana", hati kita langsung "kling-kling" bersinar cemerlang, serasa hanya kita yang diperhatikan .. "ooo, ternyata benar... dia juga punya perasaan yang sama. Tuh kan, hanya aku yang dapat perhatian seperti itu? Dia merespon apa yang aku lakukan dan bla bla bla." Tapi jika suatu hari si dia yang bikin kita kebat-kebit cuek bebek dalam satu hari, mungkin lupa kirim kabar walau hanya sekedar kirim sms, hati tanpa dikomando bilang " tuh kan, aku mah Ge-er aja, ah ternyata dia nggak suka ma aku, dia menganggap aku ini teman biasa." Hehe kacian ya? Lingkaran ini akan selalu berputar tak berkesudahan bila kita tidak bertanya langsung kepada si dia (mungkin karena takut ditolak kaleee! He2).
Cinta yang tak atau belum terbalas mungkin menyakitkan .. yang jelas bikin penasaran? sekaligus berbunga angan-angan, selalu ada pertanyaan "Andaikan dia mau sama aku..", "Apa dia tahu perasaanku ya?" Mau tidak mau, kita dipaksa untuk mengakui dengan jujur?. , tiap hari pertanyaan serupa itu selalu muncul berganti-ganti. Bila si dia menunjukkan respon ke arah "sana", hati kita langsung "kling-kling" bersinar cemerlang, serasa hanya kita yang diperhatikan .. "ooo, ternyata benar... dia juga punya perasaan yang sama. Tuh kan, hanya aku yang dapat perhatian seperti itu? Dia merespon apa yang aku lakukan dan bla bla bla." Tapi jika suatu hari si dia yang bikin kita kebat-kebit cuek bebek dalam satu hari, mungkin lupa kirim kabar walau hanya sekedar kirim sms, hati tanpa dikomando bilang " tuh kan, aku mah Ge-er aja, ah ternyata dia nggak suka ma aku, dia menganggap aku ini teman biasa." Hehe kacian ya? Lingkaran ini akan selalu berputar tak berkesudahan bila kita tidak bertanya langsung kepada si dia (mungkin karena takut ditolak kaleee! He2).
Kamis, 19 April 2012
Memulai Sebuah Perubahan
Ingin menulis tapi ku letih sekali sangat bana. Bukan tangan yang letih
bukan pula mata tapi kepala beserta isinya. Bukan tak tau apa yang mau ditulis
hanya saja kebosanan ini tak sanggup kuperdayakan untuk waktu sekarang ini
malahan aku yang terpedaya dalamnya. Yang akan kutulis tu buanyak sekali,
bertumpuk2 menggunung dan melangit sampai juga nu ke angkasa raya terbang
kemana-mana kaya ngebelah atmosfir berlapis-lapis, Menuju rasi bintang paling
manisss….haaahhhh,,, terpaksa deh ngayal dulu sampai ingat iklan.
Tema kali ini tetap seperti biasa yang kucoret dalam diary, kuingin mencaci
diri sendiri atas segala kebodohan dan kesia-siaan yang ku perbuat, penyesalan
mungkin lebih tepat, bukan unjuk rasa tak terima taqdir tapi hanya sebuah
bentuk protes kepada diri sendiri kenapa selalu saja tidak luput dari seabrek
kesalahan. Boleh dibilang bagiku ini proses dalam mengevaluasi diri. Menyaring
kesalahan2 yang tlah kulakukan dan membuangnya jauh2 dari kehidupan ini. Boleh
dibilang ku hanya ingin mulai dari diri sendiri dulu, hanya ingin mempengaruhi
lingkungan dan bukan terpengaruh, getoh..
Kita ( pake kataganti kita aja yah, aku
dan kamu plural) terlalu banyak menggunakan waktu, tenaga, dan pikiran untuk
sesuatu di luar diri kita. Juga terlalu banyak energi dan potensi kita untuk
memikirkan selain diri kita, baik itu merupakan kesalahan, keburukan,maupun
kelalaian. Namun, ternyata sikap kita yang kita anggap kebaikan itu tidak
efektif untuk memperbaiki yang kita anggap salah.
Banyak orang yang menginginkan orang
lain berubah, tapi ternyata yang diinginkannya itu tak kunjung terwujud. Kita
sering melihat orang yang menginginkan Indonesia berubah. Tapi, pada saat yang
bersamaan,ternyata keluarganya 'babak belur', di kantor sendiri tak disukai, di
lingkungan masyarakat tak bermanfaat. Itu namanya terlampau muluk.
Jangankan mengubah Indonesia, mengubah
anaknya saja tidak mampu. Banyak yang menginginkan situasi negara berubah, tapi
kenapa merubah sikap istri saja tidak sanggup. Jawabnya adalah: kita tidak
pernah punya waktu yang memadai untuk bersungguh-sungguh mengubah diri sendiri.
Tentu saja, jawaban ini tidak mutlak benar. Tapi jawaban ini perlu diingat
baik-baik.
Siapa pun yang bercita-cita besar,
rahasianya adalah perubahan diri sendiri. Ingin mengubah Indonesia, caranya
ubah saja diri sendiri. Betapapun kuatnya keinginan kita untuk mengubah orang
lain, tapi kalau tidak dimulai dari diri sendiri, semua itu menjadi hampa.
Setiap keinginan mengubah hanya akan menjadi bahan tertawaan kalau tidak
dimulai dari diri sendiri. Orang di sekitar kita akan menyaksikan kesesuaian
ucapan dengan tindakan kita.
Boleh jadi orang yang banyak memikirkan
diri sendiri itu dinilai egois. Pandangan itu ada benarnya sih jika kita
memikirkan diri sendiri lalu hasilnya juga hanya untuk diri sendiri.Tapi yang
dimaksud di sini adalah memikirkan diri sendiri, justru sebagai upaya sadar dan
sungguh-sungguh untuk memperbaiki yang lebih luas. Paham kira-kira ya..
Perumpamaan yang lebih jelas untuk
pandangan ini seperti kita membangun pondasi untuk membuat rumah. Apalah
artinya kita memikirkan dinding, memikirkan genteng, memikirkan tiang sehebat
apa pun, kalau pondasinya tidak pernah kita bangun. Jadi yang merupakan titik
kelemahan manusia adalah lemahnya kesungguhan untuk mengubah dirinya, yang
diawali dengan keberanian melihat kekurangan diri.
Pemimpin mana pun bakal jatuh terhina
manakala tidak punya keberanian mengubah dirinya. Orang sukses manapun bakal
rubuh kalau dia tidak punya keberanian untuk mengubah dirinya.Kata kuncinya
adalah keberanian.Berani mengejek itu gampang, berani menghujat itu gampang,
tapi, tidak sembarang orang yang berani melihat kekurangan diri sendiri. Ini
hanya milik orang-orang yang sukses sejati.
Orang yang berani membuka kekurangan
orang lain, itu biasa. Orang yang berani membincangkan orang lain, itu tidak
istimewa. Sebab itu bisa dilakukan orang yang tidak punya apa-apa sekali pun. Tapi, kalau ada orang yang berani melihat kekurangan diri
sendiri, bertanya tentang kekurangan itu
secara sistematis, lalu dia buat sistem
untuk melihat kekurangan dirinya, inilah calon orang besar.
Mengubah diri dengan sadar, itu juga
mengubah orang lain. Walaupun dia tidak
mengucap sepatah kata pun untuk
perubahan itu, perbuatannya sudah menjadi ucapan yang sangat berarti bagi orang lain.
Percayalah, kegigihan kita memperbaiki diri, akan membuat orang lain
melihat dan merasakannya.
Memang pengaruh dari kegigihan mengubah
diri sendiri tidak akan spontan
dirasakan. Tapi percayalah, itu
akan membekas dalam benak orang. Makin lama, bekas itu akan membuat
orang simpati dan terdorong untuk
juga melakukan perubahan ke arah yang
lebih baik. Ini akan terus berimbas, dan akhirnya seperti bola salju. Perubahan
bergulir semakin besar.
Jadi kalau ada orang yang bertanya
tentang sulitnya mengubah anak,cucu, ponakan, sulitnya
mengubah istri, jawabannya dalam diri orang itu sendiri. Jangan dulu
menyalahkan orang lain, ketika mereka tidak mau berubah. Kalau kita sebagai
ustadz, kyai, jangan banyak menyalahkan santrinya. Tanya dulu diri sendiri.
Kalau kita sebagai pemimpin, jangan banyak menyalahkan karyawan, lihat dulu
diri sendiri seperti apa.
Kalau kita sebagai pemimpin negara,
jangan banyak menyalahkan rakyatnya. Lebih baik para penyelenggara negara gigih
memperbaiki diri sehingga bisa menjadi teladan. Insya Allah, walaupun tanpa
banyak berkata, dia akan membuat perubahan cepat terasa, jika berani
memperbaiki diri.Itu lebih baik dibanding banyak berkata, tapi tanpa keberanian
menjadi suri teladan. Jangan terlalu banyak bicara. Lebih baik
bersungguh-sungguh memperbaiki diri sendiri. Jadikan perkataan makin halus,
sikap makin mulia, etos kerja makin sungguh-sungguh, ibadah kian tangguh. Ini
akan disaksikan orang.
Membicarakan dalil itu suatu kebaikan.
Tapi pembicaraan itu akan menjadi bumerang ketika perilaku kita tidak sesuai
dengan dalil yang dibicarakan. Jauh lebih utama orang yang tidak berbicara
dalil, tapi berbuat sesuai dalil. Walaupun tidak dikatakan, dirinya sudah
menjadi bukti dalil tersebut.
Mudah-mudahan, kita bisa menjadi orang yang sadar bahwa kesuksesan diawali dari
keberanian melihat kekurangan diri sendiri. Amien.
Catatan: Sebagian teks hasil plagiat. Jadi jangan cepat memberikan
pujian, maklum ku lagi dalam proses pembelajaran. (^,^) jadi malu,, xixixi,,,,
Langganan:
Postingan (Atom)



